Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

5 Makanan yang Bisa Bikin Happy Meski Paslon Pilihanmu Kalah

Setelah merayakan Valentine atau Hari Kasih Sayang pada 14 Februari, maka hari ini, Rabu, 15 Februari 2017 adalah Hari Kasih Suara di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Sudah siap pasangan calon (paslon) gubernur kamu kalah? Ya, rasanya lebih sulit menerima kekalahan dibandingkan dengan menyiapkan pidato kemenangan.



Jadi kamu juga harus bersiap paslon pilihan kamu kalah. Jangan dulu bersedih karena mungkin saja memang belum waktunya paslon kamu unjuk gigi menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Buat kamu yang paslonnya kalah, ini nih ada 5 makanan yang bikin kamu happy dan jadi lebih semangat lagi.

1. Alpukat. Memakan potongan atau pun meminum jus alpukat bisa jadi penambah mood supaya kamu bisa lagi semangat kerja dan menjalani hari-hari. Alpukat memiliki kandungan asam folat yang dapat meningkatkan metabolisme serta energi di dalam tubuh.

2. Coklat Hitam. Dilansir dari Time.com, dari sebuah hasil studi diketahui bahwa memakan 1,5 ons coklat hitam setiap hari selama dua minggu dapat mengurangi tingkat hormon stres.

3. Jamur. Mengonsumsi jamur yang memiliki kandungan antioksidan juga telah lama dipercaya dapat menurunkan risiko depresi, kelelahan, dan perasaan cemas.

4. Cabai. Buat kamu yang suka makan makanan pedas, maka selamat berarti kamu adalah orang yang selalu bahagia. Cabai diketahui dapat meningkatkan endorphin, zat yang bisa membuat orang lebih gembira dan bersemangat.

5. Madu. Memiliki rasa manis yang lezat kandungan dalam madu yang bernama fruktosa diketahui dapat meningkatkan stamina dan mood seseorang. Jadi, nggak ada salahnya untuk rutin mengonsumsi madu ketika sarapan.

Meskipun paslon gubernur DKI pilihan kamu nantinya kalah, tapi jangan biarkan hal tersebut mempengaruhi tingkat kebahagiaan kamu ya. Demi kemajuan bersama siapapun calon gubernur dan wakil gubernur yang terpilih nanti sebaiknya juga terus didukung.

Sabtu, 11 Februari 2017

KEINDAHAN DAN CIRI KHAS KOTA PATI JAWA TENGAH


NASI GANDUL DAN SOTO KEMIRI 



Makanan yang menjadi ciri khas kota pati jawa tengah adalah NASI GANDUL dan SOTO KEMIRI. Kedua makanan khas kota Pati atau biasa disebut juga sebagai kota Bumi Mina Tani ini memang telah akrab dengan masyarakat Pati dan sekitarnya. Bahkan, belakangan orang Jakarta atau luar Pulau Jawa telah kenal dengan kedua makanan ini.

Pertama kita bahas mngenai nasi gandul terlebih dahulu. Dari segi rasanya, nasi gandul hampir sama seperti nasi rawon. Namun, penyajiannya agak berbeda, yakni piring yang dijadikan untuk tempat kita makan nasi gandul tersebut dilapisi dengan daun pisang dan masakan yang kuahnya mirip semur itu setelah dicampur dengan racikan rempah-rempah dan dipadu dengan daging sapi dihargai Rp 6.000/porsinya.
Soto kemiri pun tak jauh berbeda dengan nasi gandul. Makanan dengan ciri khas dikopyok (mencampur kuah dengan nasi berulang kali dalam mangkuk) itu, juga diminati banyak kalangan. Biasanya soto itu disajikan dengan ayam goreng. Selain itu bisa juga dinikmati dengan telur puyuh. Satu porsi soto kemiri hanya ditawarkan Rp 2.000.
Selain citarasa makanan khas, Pati juga menawarkan objek wisata yang cukup menarik. Di antaranya sebagai berikut :



WADUK GUNUNG ROWO
Objek wisata ini berlokasi di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong. Di tempat ini terdapat waduk seluas 320 Ha dan di puncak bukit dapat menikmati pemandangan di Daerah Ngarai wilayah Kabupaten Pati, dengan pemandangan alam yang indah berupa gunung dan lembah yang hijau penuh tanaman kopi, cengkih, buah-buahan dan tanaman pertanian lainya. Sayangnya tempat ini semakin lama makin kurang terawat.



GERBANG MAJAPAHIT

Situs peninggalan Gerbang Majapahit, Peninggalan sejarah berupa Pintu Gerbang terbuat dari kayu jati. Tempat ini terletak di Desa Rendole, Kecamatan Margorejo. Berdekatan dengan obyek wisata Sendang Tirta Sani. Pintu gerbang ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diangkat oleh Kebo Nyabrang sebagai persyaratan untuk diakui sebagai Putra Sunan Muria. Namun setelah tiba di Desa Rondole, Kebo Nyabrang tidak mampu lagi mengangkat dan tidak mampu melanjutkan perjalanan kemudian menunggui pintu gerbang tersebut sampai meninggal dunia.









WISATA AIR DI DESA TALUN

Objek Wisata Rekreasi air memiliki potensi perairan budidaya ikan air tawar atau tambak. Objek wisata ini berlokasi di Desa Talun. Di tempat ini terdapat juga kolam pemancingan yang berfungsi sebagai sarana rekreasi, rumah makan/restoran khusus yang menyediakan masakan ikan air tawar.




GUA PANCUR

Objek wisata ini berlokasi di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen. Objek Wisata Gua Pancur sepanjang ±736 m memberikan pemandangan stalaktit dan stalaknit yang sangat indah. Dilengkapi dengan wisata hutan jati dan pemandangan alam yang indah.




GUA WAREH

Objek wisata ini berlokasi di Desa Kedumulyo Kec Sukolilo Obyek Wisata Gua dengan luas areal obyek 4,5 ha mempunyai 2 lorong, kekiri 100 m panjangnya, terdapat sungai bawah tanah dan kearah kanan dari mulut gua panjangnya 50 m tembus ke luar gua



AIR TERJUN GROJOGAN SEWU

Objek Wisata ini memiliki Air terjun setinggi ± 75 m. Potensi Air terjun yang berada di tengah panorama alam yang indah, kondisi masih alami dan belum digarap. Objek wisata ini berlokasi di Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal





Nah itulah dia serangkaian keindahan dan ciri khas yang dimiliki oleh kota kecil di pesisir utara Jawa Tengah bagian timur itu. Tentunya masih banyak lagi keindahan dan ciri khas yang tak bisa disebutkan satu per satu.


source: http://sergeantfai.blogspot.com/2010/05/keindahan-dan-ciri-khas-kota-pati-jawa.html

Asal Usul Nasi Gandul Yang Banyak Orang Tidak Tahu

Tadi kan sudah saya share tentang beberapa kuliner khas kota Pati, nah sekarang saatnya untuk mengetahui sejarah atau asal-usul dari salah satu kliner tersebut yaitu Nasi Gandul (Jawa: Sego Gandul). 


Kota Pati tentu identik dan lekat dengan nasi gandul, masakan khas dari kota Pantura ini. Sebenarnya, tak hanya nasi gandul yang melegenda dari kota asal Si Roro Mendut ini.

  Ada soto kemiri (asalnya dari Desa Kemiri) dan gethuk runting (asalnya dari Desa Runting). Namun, yang paling kesohor yah memang nasi gandul ini. Nasi ini berdiaspora hingga ke Yogyakarta dan Jakarta. Menu ini direkomendasikan Bondan Winarno, wartawan kuliner tenar.


Oh yah. Kalau hendak berburu nasi gandul genuine, silakan menelisik Desa Gajahmati, yang terletak di sebelah selatan Terminal Bus Pati. Adalah Almarhum Pak Melet, yang hingga kini dipercaya sebagai orang yang memopulerkan nasi gandul ini. Memang, Pak Melet sendiri bukanlah pedagang pertama nasi gandul. 

 Awalnya, di tahun 1950-1960-an, para penjaja nasi gandul berjalan kaki sambil menggotong pikulan yang berisi kendil (kuali) kuah gandul di satu sisi, dan bakul nasi di sisi lainnya. Lambat laun, para pedagang lebih memilih menetap dengan membuka sebuah warung atau memanfaatkan ruang depan rumahnya untuk berjualan.

Nah, pola jualan yang sebelumnya ideran (mengedarkan dengan jalan kaki berkeliling) dan berubah menjadi buka warung ini, nampaknya sebangun juga dengan sejarah warung bubur kacang ijo (burjo).

 Burjo kini menjadi santapan wajib para pelajar dan mahasiswa yang hidup di rantau dengan ngekos atau menjadi kontraktor –maksudnya masih tinggal di rumah kontrakan, hehehe… Jika burjo terkenal di kota-kota pelajar seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta, dan lain-lain, nah hanya nasi gandul yang mengecambah di Pati.


7 Tempat Mistis di Pati Dikunjungi Mister Tukul Jalan-Jalan


Mungkin menarik jika kita bisa menelus seluk-beluk dan perkembangan masakan khas lainnya. Dan bukan mustahil, bisa kita tuangkan ke dalam tulisan tersendiri. Kembali ke nasi gandul. Karena awalnya digotong dengan pikulan itulah, dia disebut nasi gandul. Gandul sendiri artinya menggantung. Pikulan itu naik-turun seiring dengan langkah si penjaja.

Kini hampir tidak kita jumpai penjaja nasi gandul yang ideran. Mereka lebih memilih jualan stationaire di warungnya. Tapi, uniknya, pikulan tersebut tetap dipakai di depan meja utama. Kayak apa sih nasi gandul itu? 

Nasi ini, sekilas seperti rawon. Kuahnya coklat kemerahan. Gandul asli yang dijajakan di Pati disajikan di atas piring bulat. Di atas piring terdapat sebuah potongan daun pisang sebagai alas. Jenis pisangnya adalah pisang kluthuk (pisang biji). Hal ini agar memberikan aroma nan segar terhadap kuah. Di dalam kuahnya terdapat thethelan (potongan) daging dan gajih (lemak) sapi. Jangan kuatir! Saat ini, para pedagang nasi gandul memodifikasi kuah nan bersantan ini hanya dengan daging, zonder lemak. Jadi, nasi gandul nampaknya tetap aman dinikmati oleh pengidap kolesterol.

Setelah nasi putih diguyur kuah beserta beberapa potong thethelan, rasanya kok ada yang kurang. Nah, Anda bisa menambahkan lauk. Uniknya, lauk ini berasal dari semua organ sapi. Ada otak, lidah, daging, paru, jantung, usus, babat buku, babat handuk, babat jala, kikil, kulit, dan lain sebagainya. Jika Anda sedang menghindari makanan hewani, nah, ini dia! Silakan lengkapi nasi gandul dengan sebuah perkedel atau tempe goreng.

 Tempe goreng ini unik. Si tempe begitu garing dan krispi sewaktu digigit. Ternyata, rahasianya, tempe direbus dulu dengan santan sebelum digoreng. Tentu ini agak berbeda dengan nasi gandul yang dijual di kota lain. Meski si empu warung (setidaknya mengaku) dari Pati, nasi gandulnya sudah disesuaikan sana-sini. Misalnya, di Jakarta, lauknya sudah terpotong-potong ke dalam kuah. Kita tak perlu memesan lauk yang tersendiri. Pernah saya menikmati nasi gandul di Yogyakarta. Potongan lauknya lebih kecil. Dalam seporsi, kita bisa memilih dua jenis lauk itu. Bisa daging (empal) dan usus, empal-kikil, dan lain-lain. Apapun modifikasinya, baik Pati asli maupun sesuaian, tetap nikmat kok.

Nah, karena nasi gandul ini disajikan dengan alas piring daun pisang, kuah dan nasi tak menyentuh dasar piring atau seakan menggantung. Karena itulah, nasi ini disebut nasi gandul. Versi ini sekaligus melengkapi versi pertama. Argumentasinya, jika nasi gandul diedarkan dengan pikulan, burjo dulunya juga dipikul. Minuman dawet, yang sudah ada sejak zaman sebelum Kerajaan Demak, pun dipikul. 

Nasi soto dulunya juga dijual dengan dipikul. Kenapa hanya nasi ini yang disebut nasi gandul? Jenis makanan lainnya, yang dijual ideran dengan pikulan kok tidak dinamakan gandul? Dus, sendoknya terbuat dari daun pisang juga. Namanya suru. Sebagian ada yang bilang nyuru, nyiru. Bagi yang belum terbiasa memakai sendok daun pisang, tak usah kuatir. Setiap warung kini menyediakan sendok logam.


KEINDAHAN DAN CIRI KHAS KOTA PATI JAWA TENGAH


Eh, ada juga versi dirty joke-nya loh. Sekali lagi ini hanya joke dan kurang bisa dipertanggungjawabkan validitas kesejarahannya. Pada suatu ketika, ada seorang penjual nasi gandul yang memakai sarung. Ketika duduk, terlihat “adiknya” yang gandul-gandul. Oleh para pembeli, mulai saat itu, disebutlah nasi tersebut sebagai nasi gandul. Hehehe… Ah, apapun versinya, yang terang, nasi ini sedap bin lezat nian. Jika Anda menginjak Kabupaten Pati Bumi Mina Tani, jangan lupa berburu nasi gandul. Eit, jangan lupa ditingkahi dengan segores olesan kecap manis. Emmm… nyamleng tenan.

Senin, 06 Februari 2017

Sangking Cintanya dengan Budaya Indonesia, Bule Ini Jual Asinan Bogor dan Rujak di Sydney



Siapa sih yang tak jatuh cinta dengan masakan khas Indonesia? Bukan hanya kaya bumbu dan rempah, tampilannya pun terbilang cukup menggoda.

Jika sebelumnya bule Norwegia menunjukkan kecintaanya pada masakan Indonesia melalui sebuah lagu berjudul Nasi Padang, kali ini ada seorang bule asal Australia yang mengaku amat mencintai masakan Indonesia.

Pria bernama Nick Molodysky ini bahkan mencoba berjualan asinan Bogor dan rujak juhi di Sydney, Australia. Ia juga memiliki sebuah akun Instagram bernama @masak2dengannick yang isinya foto makanan Indonesia.

Nick mengaku, akun tersebut dibuatnya untuk memperkenalkan masakan Indonesia kepada orang asing, termasuk Australia.

“Aku bener-bener tertarik pada makanan daerah di Indonesia, Jadi dengan adanya akun ini, aku bisa cari tahu dan tukar info dengan followers tentang berbagai macam makanan Indonesia,” tutur Nick, 


Tak hanya itu, Nick juga banyak mengumpulkan informasi mengenai adat dan budaya terkait makanan Indonesia.

Pria 24 tahun ini juga memiliki akun Youtube yang berisi video memasaknya. Disampaikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia, Nick menjelaskan cara memasak makanan Indonesia dengan cara yang sederhana. Beragam makanan pun telah dibuatnya, mulai dari nasi gudeg, bakso goreng, kembang tahu, hingga lemper bakar ebi.

Nick kemudian memiliki ide untuk berjualan makanan Indonesia yang sedikit berbeda dan jarang ditemukan di luar negeri. Menjelaskan dalam bahasa Indonesia yang fasih, Nick mengatakan bahwa ia memulai usaha rujak dan asinan karena belum ada di Australia. Bersama sang istri, Nick mencoba berjualan secara online.
Meski kini konsumen Nick masih orang Indonesia, khususnya dari Jakarta, Nick mengungkapkan bahwa teman-teman kantornya sesama bule sangat menyukai rujak dan asinan buah.

“Aku sempat bagi-bagi sama teman-teman kantor yang bule, semuanaya suka banget! Katanya enak, khusunya kerupuk asinannya,” tutur Nick.

asinan